Marinus Yaung
Warga Kota Jayapura, Papua.
Jayapura Berita Global Update – Institusi atau lembaga Gereja di tanah Papua, perlu diingatkan tentang sejarah, agar tidak terlalu jauh dan masif terlibat dalam pertarungan politik perebutan kursi Gubernur Provinsi Papua di PSU Pilgub Papua, tahun 2025.
Sejarah dunia dan ๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต ๐ถ๐ป๐๐ฒ๐ด๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐ฃ๐ฎ๐ฝ๐๐ฎ, telah membuktikan bahwa, ketika lembaga atau institusi Gereja terlibat langsung dalam politik kekuasaan dan pemerintahan, maka dunia politik dan kekuasaan menjadi ๐ฟ๐๐๐ฎ๐ธ, ๐บ๐ฒ๐น๐๐ธ๐ฎ๐ถ ๐ต๐ฎ๐๐ถ ๐๐บ๐ฎ๐ dan ๐บ๐ฒ๐ป๐ถ๐บ๐ฏ๐๐น๐ธ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ผ๐ป๐ณ๐น๐ถ๐ธ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ๐๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต, serta perpecahan sosial di masyarakat.
๐ ๐ฒ๐น๐๐ธ๐ฎ๐ถ ๐๐ฎ๐๐ถ ๐จ๐บ๐ฎ๐ ๐ง๐๐ต๐ฎ๐ป
Para pendiri negara Amerika Serikat seperti George Washington, John Adam, Thomas Jefferson, Alexander Hamilton, dll, adalah orang – orang Eropa pertama yang datang ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐๐ฎ๐ต๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฟ๐ถ๐บ๐ถ๐ป๐ฎ๐น ๐ฑ๐ถ ๐๐ฟ๐ผ๐ฝ๐ฎ, untuk dipenjara di benua baru Amerika bernama New England.
Generasi pertama AS ini, mereka terluka hatinya dengan lembaga Gereja di Eropa. Para Pemimpin gereja terlibat langsung dalam politik dan pemerintahan. Lembaga Gereja yang menghukum mereka, hanya karena urusan sepele, misalnya mencuri roti di toko untuk mengatasi perut mereka yang lapar. Akibatnya penjara penuh di Eropa, karena Gereja sewenang – wenang menghukum orang. Gereja membuang mereka ke New England, memisahkan mereka dari keluarganya.
Nasib yang sama juga dialami oleh para pendiri negara Australia. Era kolonialis, Inggris menjadikanย benua Australia, sebagai pulau penjara, karena membludaknya penjara di Eropa dengan para kriminal.
Karena keterlibatan lembaga Gereja di Eropa dalam politik kekuasaan, membuat generasi pertama Australia dan Amerika Serikat, adalah orang – orang yang terluka hatinya dengan lembaga Gereja
๐ ๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ผ๐ป๐ณ๐น๐ถ๐ธ ๐๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ฟ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต
Dalam surat yang dikirim oleh Bapak Otis Simopiaref di Belanda kepada saya, ketika saya menulis skripsi sarjana di Yogyakarta tahun 1999, Bapak. Simopiaref menyebutkan, ” ๐ฃ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ ๐ฃ๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ ๐๐ฎ๐ต๐๐ป ๐ญ๐ต๐ฒ๐ต, banyak orang Papua, secara khusus kami orang Biak membakar Alkitab, karena ๐ธ๐ฎ๐บ๐ถ ๐ธ๐ฒ๐ฐ๐ฒ๐๐ฎ ๐ธ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐น๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ท๐ฎ. ”
Keterlibatan lembaga Gereja dalam politik kekuasaan yang terlalu masif dan dominan di era integrasi Papua tahun 1960-an, membuat LIPI dalam buku mereka, Papua Road Map ( 2009 ), mengatakan bahwa integrasi politik Papua yang bermasalah, adalah salah satu akar konflik dan kekerasan berdarah di tanah Papua saat ini.
Dari catatan ringkas sejarah ini, seharusnya lembaga gereja di tanah Papua, ๐ต๐ฎ๐ฟ๐๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ท๐ถ๐ฏ ๐ฏ๐ฎ๐๐ฎ๐๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ฟ๐ถ, untuk terlibat dalam politik perebutan kekuasaan kursi Gubernur Papua tahun 2025.
๐๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ท๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐ฒ๐ท๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต
Sejarah adalah cerminan kita hari ini, untuk melihat keadaan kita, dan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Sejarah yang salah, jangan diulang, sejarah yang baik, kita lanjutkan untuk kebahagian bersama.
Karena itu, Gereja tidak boleh melupakan sejarah.
Gereja tidak boleh lagi menjadikan mimbar gereja, panggung politik untuk tujuan – tujuan politik kekuasaan, mendukung salah satu pasangan calon.
Gereja sebagai lembaga, tidak boleh lagi berdiri paling depan, memainkan politik identitas sebagai alat propaganda politik untuk memenangkan kontestasi perebutan kursi kekuasaan Gubernur Papua.
๐ง๐๐ด๐ฎ๐ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ท๐ฎ mendoakan dan memberkati kedua paslon, dengan penuh kasih Tuhan Yesus. Biarkan pemilih menentukan pilihan politiknya, apakah memilih MDF – AR atau BTM – CK, berdasarkan hati nurani masing – masing.

